Minggu, 19 Januari 2014

Model Pembelajaran Brainstorming


A. Pengertian Model Pembelajaran Brainstorming
Model pembelajaran Brainstorming dipopulerkan oleh Alex Faickney Osborn dalam bukunya Applied Imagination pada tahun 1953. Osborn mengemukakan bahwa kelompok dapat menggandakan hasil kreatifnya dengan Brainstorming. Brainstorming bekerja dengan cara fokus pada masalah, lalu selanjutnya dengan bebas bermunculan sebanyak mungkin solusi dan mengembangkannya sejauh mungkin.

Salah satu alasan mengapa model pembelajaran ini efektif adalah para pemberi ide tidak hanya memberikan ide-ide baru, tetapi juga penggabungan dengan ide-ide orang lain dengan mengembangkan dan memperbaiki ide-ide tersebut. Istilah lain dari Brainstorming adalah curah pendapat.

Model pembelajaran Brainstorming (curah pendapat) adalah suatu model dalam pembelajaran untuk menghasilkan banyak gagasan dari seluruh siswa dalam kelompok diskusi yang mencoba mengatasi segala hambatan dan kritik. Kegiatan ini mendorong munculnya banyak gagasan, termasuk gagasan yang sembarangan, kurang masuk akal, liar dan berani dengan harapan bahwa gagasan tersebut dapat menghasilkan gagasan yang kreatif.

Brainstorming sering digunakan dalam diskusi kelompok untuk memecahkan masalah bersama. Brainstorming juga dapat digunakan secara individual. Sentral dari Brainstorming adalah konsep menunda keputusan. Dalam Brainstorming siswa dituntut untuk bisa menggunakan kemampuan berpikir kreatifnya.


B. Aturan dasar dalam Brainstorming
Terdapat empat aturan dasar dalam Brainstorming , yaitu:
  1. Focus on quantity atau fokus pada kuantitas. Asumsi yang berlaku disini adalah semakin banyak ide yang dihasilkan, semakin besar pula kesempatan untuk menghasilkan solusi yang radikal dan efektif.
  2. Withhold criticism atau penundaan kritik. Dalam Brainstorming, kritikan atas ide yang muncul akan ditunda. Penilaian dilakukan di akhir sesi, hal ini untuk membuat para siswa merasa bebas untuk memunculkan berbagai macam ide selama pembelajaran berlangsung.
  3. Welcome unusual ideas atau sambutan terhadap ide yang tak biasa. Ide yang tak biasa muncul disambut dengan hangat. Bisa jadi, ide yang tak biasa ini merupakan solusi masalah yang akan memberikan perspektif yang bagus untuk kedepannya.
  4. Combine and improve ideas atau kombinasikan dan perbaiki ide-ide. Ide-ide yang bagus dapat dikombinasikan menjadi satu ide yang lebih baik.

C. Langkah-langkah Pembelajaran Brainstorming

Selanjutnya langkah-langkah model pembelajaran Brainstorming adalah sebagai berikut:

  1. Tahap Pemberian informasi dan motivasi (Orientasi)
    Guru menjelaskan masalah yang dihadapi beserta latar belakangnya dan mengajak siswa aktif untuk menyumbangkan pemikirannya.
  2. Tahap Identifikasi (Analisa)
    Pada tahap ini siswa diundang untuk memberikan sumbang saran pemikiran sebanyak-banyaknya. Semua saran yang masuk ditampung, ditulis dan tidak dikritik. Pimpinan kelompok dan peserta hanya boleh bertanya untuk meminta penjelasan. Hal ini agar kreativitas siswa tidak terhambat.
  3. Tahap Klasifikasi (Sintesis)
    Semua saran dan masukan peserta ditulis. Langkah selanjutnya mengklasifikasikan berdasarkan kriteria yang dibuat dan disepakati oleh kelompok. Klasifikasi bisa berdasarkan struktur/ faktor-faktor lain.
  4. Tahap Verifikasi
    Kelompok secara bersama melihat kembali sumbang saran yang telah diklasifikasikan. Setiap sumbang saran diuji relevansinya dengan permasalahannya. Apabila terdapat sumbang saran yang sama diambil salah satunya dan sumbang saran yang tidak relevan bisa dicoret. Kepada pemberi sumbang saran bisa diminta argumentasinnya.
  5. Tahap Konklusi (Penyepakatan)
    Guru/pimpinan kelompok beserta peserta lain mencoba menyimpulkan butir-butir alternatif pemecahan masalah yang disetujui. Setelah semua puas, maka diambil kesepakatan terakhir cara pemecahan masalah yang dianggap paling tepat.

D. Kelebihan dan Kekurangan Model Pembelajaran Brainstorming
Kelebihan dan kekurangan model pembelajaran Brainstorming adalah sebagai berikut:

1. Kelebihan Model Brainstorming

  1. Ide yang muncul lebih banyak dan beragam karena siswa dengan bebas menyalurkan ide tersebut tanpa adanya kritik;
  2. Siswa berpikir untuk menyatakan pendapat karena kreatifitas tidak dibatasi;
  3. Dapat meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa;
  4. Melatih siswa berpikir dengan cepat dan tersusun logis dengan waktu yang terbatas;
  5. Apabila ada siswa yang kurang aktif akan mendapat bantuan dari temannya yang sudah pandai atau dari guru secara langsung;
  6. Dapat meningkatkan motivasi dalam belajar.

2. Kekurangan Model Brainstorming

  1. Memerlukan waktu yang cukup lama dalam pelaksanaannya;
  2. Lebih didominasi oleh siswa pandai dan aktif, sementara siswa yang kurang pandai dan kurang aktif akan tertinggal;
  3. Guru tidak pernah merumuskan suatu kesimpulan karena siswalah yang bertugas untuk merumuskan kesimpulan itu;
  4. Tidak menjamin terpecahkannya suatu masalah, karena siswa tidak tahu pendapat yang dikemukakannya itu benar atau salah.


E. Teori Belajar yang Mendukung
Teori belajar yang mendukung model pembelajaran Brainstorming adalah teori konstruktivisme. Dimana teori konstruktivisme merupakan pendekatan pembelajaran melalui aktivitas siswa yang sifatnya prokatif dan reaktif dalam membangun pengetahuan melalui membaca, menyimak, meniliti dan menyimpulkan. Dengan demikian siswa dituntut untuk aktif dalam kegiatan belajar. Guru bukan berperan sebagai pemberi jawaban akhir atas pertanyaan siswa, melainkan mengarahkan mereka untuk membentuk pengetahuan dan pengalaman yang diperolehnya sehingga bermakna bagi dirinya sendiri.

Dalam teori kontruktivisme, siswa dituntut untuk menemukan sendiri ide atupun suatu konsep. Dengan terus mengasimilasi dan mengakomodasi pengetahuan dari informasi baru. Dengan demikian siswa akan jauh lebih memahami setiap materi yang dipelajari dan akan tersimpan dalam memori jangka panjangnya (long term memory).

Model pembelajaran Brainstorming menganut teori konstruktivisme karena dalam kegiatan pembelajarannya siswa dituntut untuk mengeksplorasi ide-ide baru sebanyak mungkin tanpa dibatasi oleh aturan-aturan tertentu. Sehingga diharapkan dapat menemukan alternatif pemecahan masalah berdasarkan ide-ide yang telah disepakati bersama.


F. Kesimpulan
Model pembelajaran Brainstorming (curah pendapat) adalah suatu model dalam mengajar yang dilaksanakan oleh guru di dalam kelas dengan melontarkan suatu masalah ke kelas oleh guru, kemudian siswa menjawab atau menyatakan pendapat, atau komentar sehingga mungkin masalah tersebut berkembang menjadi masalah baru, atau dapat diartikan pula sebagai suatu cara untuk mendapatkan banyak ide dari sekelompok siswa dalam kegiatan diskusi.

10 komentar:

  1. boleh minta daftar pustakanya metode brainstorming? terutama buku yang ada langkah-langkah metode brainstorming

    BalasHapus
  2. boleh tau buku model brainstorming apa? tolong blz ya . cz perlu untuk nyusun

    BalasHapus
  3. Butuh buku metode brainstorming please... untuk bahan skripsi

    BalasHapus
  4. Butuh buku metode brainstorming please... untuk bahan skripsi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mba ada sumber mengenai brainstorming?share dong, saya juga lg nyusun nihhhh

      Hapus
    2. Mba ada sumber mengenai brainstorming?share dong, saya juga lg nyusun nihhhh

      Hapus
  5. Butuh tlong mbak
    Materi matematika yang sesuai dengan model pembelajaran brainstorming

    BalasHapus
  6. Minta metode brainstorming sprti apa jika d kls untuk skripsi bhasa inggris.

    BalasHapus